4 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Banyak sekali orang yang menjalankan diet dan sukses menurunkan berat badan hingga berkilo-kilogram , tetapi beberapa bulan setelah selesai menjalankan diet berat badannya kembali berangsur-angsur naik. Dan itu banyak menyebabkan orang banyak frustasi dan akhirnya menyerah pada keadaan tubuh dan berat badannya. Bagaimana cara menajaga berat badan tidak naik kembali setelah diet ?

Menyesuaikan dan mengatur pola makan dengan kebutuhan kalori untuk menopang kegiatan tubuh, adalahinti dari upaya penurunan berat badan. Namun, bertambahnya kembali berat badan sesudah sempat turun selama diet ialah pertanda bahwa tubuh tidak dapat menjaga berat badan dengan stabil. Hal ini diakibatkan faktor gaya hidup maupun hal fisiologis tubuh sesudah menjalani diet.

Apa saja penyebab berat badan naik lagi ? Mari kita simak di bawah ini :

  1. Jumlah asupan kalori yang naik-turun

Ini ialah hal yang barangkali paling berkontribusi dalam eskalasi berat badan pada orang yang sedang atau sudah menjalani diet. Ini sebab asupan kalori yang naik dalam masa-masa singkat bakal kembali menaikan berat badan. Saat menjalani diet, seseorang akan meminimalisir asupan kalorihingga di bawah jumlah dari biasanya, contohnya 1800 kalori menjadi 1500 kalori. Kemudian, dalam sejumlah waktu setelah merasakan penurunan, asupan kalori yang dikonsumsi berubah menjadi jumlah normal (1800 kalori) atau bahkan lebih. Inilah yang menciptakan berat badan bakal kembali naik.

Berat badan ingin kembali bertambah dengan cepat sebab setelahmengerjakan diet, tubuh Anda sudah beradaptasi dengan jumlah kalori yang sedikit. Dari misal yang sebelumnya, andai setelah diet tubuh kita sudah membudayakan diri dengan keperluan kalori 1500, ketika berat Andatelah normal dan Anda pulang ke jumlah 1800 kalori, maka tubuh bakal menerima kalori lebih tidak sedikit yang kesudahannya akan ditabung dalam format lemak dan menyebabkan eskalasi berat badan kembali.

Berat badan kita bahkan bakal meningkat lebih dari sebelum dietbilamana Anda mengerjakan binge eating atau memakan makanan dalam jumlah yang sangat berlebih setelah mengerjakan diet. Pola santap mungkin menolong Anda dalam menurunkan berat badan, tetapi andai Anda kembali santap dengan asupan berlebih pulang maka begitu pun dengan berat badan Anda

 2. Faktor hormonal

Beberapa hormon yang sedang di lambung, pankreas, dan jaringan lemaksehubungan erat dengan proses penataan berat badan, salah satunya pada proses stimulasi kemauan makan pada otak. Menurunnya kadar lemak dalam tubuh pada orang yang menjalani diet, seringkali diikuti dengan menurunnya hormon leptin (berfungsi mengantarkan pesan ke otak bilamana sudah kenyang) dan menurunnya hormon ghrelin (stimulasi lapar). Meskipun secara tidak langsung memprovokasi kadar lemak tubuh, namun hormon tersebut paling mempengaruhi pribadi dalam pola konsumsi individu

Salah satu riset pada tahun 2011 kemudian menunjukkan, penurunan berat badan mengakibatkan perubahan kadar hormon pencernaan, dan dibuntuti rasa lapar yang cendering lebih tinggi dikomparasikan sebelum riset dimulai. Salah satu anggota peneliti, Professor Joseph Proietto, Ph.D dari Universitas Melbourne (sebagaimana dikutip oleh CNN pada Oktober 2011)menuliskan bahwa jati diri dan hal psikologis menilai bagaimanapribadi tersebut menghadapi rasa lapar (yang diakibatkan perubahan hormon) tersebut.

“Hal ini mungkin ialah yang menyebabkan sejumlah orang dapat mengawal berat badannya lebih baik dari yang lainnya. Menjaga berat badan (agar tidak pulang meningkat) memerlukan usaha terus menerus dan mempertahankan supaya tidak terlampau lapar”, tambahnya.

 3. Kurang kegiatan fisik

Tidak melakukan kegiatan fisik dalam upaya penurunan berat badan akanmenambah risiko berat badan kembali bertambah setelah merasakan penurunan. Tanpa kegiatan fisik, tubuh bakal lebih susah menyesuaikan berat badan. Jika anda mengonsumsi kalori yang berlebih sesudah diet selesai, maka kalori berlebih itu akan tersimpan dan menambah berat badan. Namun, dengan kegiatan fisik, kalori berlebih bakal dimetabolisme sehingga meminimalisir kalori yang tersimpan.

Rekomendasi dari American College of Sports Medicine (ACSM) dalam tulisan ilmiah yang ditulis oleh Donnelly dan sejawat dalam mengawal berat badan pada orang dewasa ialah dengan aktif bergerak sekitar 150 sampai 250 menit/minggu atau setara dengan 36 menit/hari. Intensitas itu adalahtingkat paling tidak untuk menjaga berat badan supaya kalori yang dikonsumsi tidak melebihi kalori yang dibutuhkan tubuh.

 4. Faktor Habit / Kebiasaan

Ketika orang serius menjalani diet, ia akan senantiasa merubah dengan ketat  pola hidup yg menyebabkan kegemukan . Mereka rela meninggalkan kebiasaan-kebiasaan menyenangkan ketika sedang tidak menjalani diet. Akan tetapi setelah selesai menjalani program dietnya biasanya mereka akan kembali melakukan kebiasaan – kebiasaan yg selama diet ditahan untuk tidak melakukannya.Misalnya  :

  • Kebiasaan ngemil berkalori tinggi
  • Kebiasaan makan malam dengan makanan berat.
  • Kebiasaan tidur setelah makan. dll.

Itulah faktor kebiasaan-kebiasaan yang bisa menjadi penyebab berat badan kembali naik setelah menjalani diet.

Bagaimana supaya berat badan tak naik lagi?

Kenaikan berat badan sesudah menjalani diet ialah hal yang wajar. Saat kita meminimalisir asupan, tubuh akan berjuang menyeimbangkannya pulang dengan menstimulasi otak supaya terasa lapar. Oleh karena tersebut kelaparan yang berlebih butuh dicegah, dengan teknik diet secara perlahan dan tetap memadai asupan nutrisi.

Perlu diingat, sebelum mengerjakan diet sebaiknya kita merubah habit / kebiasaan makan dari sisi jumlah asupan, waktu makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Mulailah berolahraga bilamana setelah merasakan penurunan berat badan Anda hendak kembali ke pola santap normal kita sebelum diet.

support by :

https://fiforlifindo.com/ 

untuk mencari tahu jenis serat yg paling baik untuk menunjang diet tetap bugar, nyaman dan berhasil menurunkan berat badan dengan cepat aman dan nyaman.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s